Sate Afrika terbuat dari daging domba. Proses memasaknya pertama daging dalam potongan besar - besar dimasak diatas bara api sampai hampir matang. Selanjutnya daging diungkep dalam panci tanpa air atau minyak selama 20 menit, selama diungkep itu minyak dari daging akan keluar dengan sendirinya, kemudian minyak dibuang.
Setelah diungkep, daging dipotong kecil - kecil dan dibakar diatas bara api kembali sampai matang. Potongan daging kemudian dimasukkan di dalam panci ditambahkan garam halus dan bumbu penyedap ( maggie ). Panci digoyang - goyang agar garam dan bumbu penyedap merata. Kemudian daging dibungkus dan ditaruh diatas tungku pembakaran yang masih panas. Kalau ada pembeli, bungkusan tersebut tinggal dibuka dan disajikan ditambahkan dengan irisan bawang bombay mentah.
Sate ini disajikan dengan pisang tanduk yang digoreng tanpa tepung tetapi kita juga bisa menyantapnya dengan nasi. Sedangkan sambal yang disediakan adalah sambal lampung yang dicampur dengan mustard. Buat yang suka pedas bisa memakannya dengan sambal tersebut, untuk yang tidak suka pedas memakan sate afrika ini tanpa sambal pun sudah terasa enak karena bumbu yang meresap dalam daging.
Satu porsi sate ini dijual dengan harga Rp. 35.000,- ( tiga puluh lima ribu rupiah ), belum termasuk nasi, pisang tanduk dan minum.
Lokasi sate ini terletak di jalan KS. Tubun no. 6 Tanah Abang, Jakarta Pusat persisnya di antara gedung Indonesia Power dan Museum Tekstil. Kalau dari arah Slipi masuk jalan KS. Tubun atau Hotel Santika lurus, ada traffic light belok kanan, kemudian ada jalan masuk sebelah gedung Indonesia Power persis, ada semacam tempat parkir yang cukup lebar & gedung semacam gudang. Tempat makannya berupa atap tenda berwarna biru yang cukup lebar.
Sumber : ruswinar - ruswinar.multiply
Lihat juga : soto, hanamasa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar