Minggu, 24 Oktober 2010

Sate Susu

Umumnya sate yang dijual adalah sate sapi, sate ayam atau sate kambing. Tapi Hadi Welas, penjual sate di Jalan Cisangkuy punya menu lain yang sering difavoritkan oleh wisatawan dari Jakarta yaitu sate susu.

Sate susu ini berasal dari daging susu sapi. Warnanya putih dan teksturnya kenyal. "Sejak dulu saya sudah jualan sate susu, rasanya kenyil-kenyil gitu," tutur Hadi Welas.
Tapi kebanyakan orang menyangka kalau ini adalah sate gajih (lemak-red), padahal berasal dari daging susu sapi. Menurut Hadi Welas susu sapi ini ternyata banyak disukai oleh wisatawan terutama dari Jakarta. "Dari Jakarta pernah pesan 150 tusuk sate susu," jelasnya bangga.

Meski begitu sate sapi atau ayam juga tak kurang pamor. Kalau dijumlahkan penjualan setiap harinya hampir sama. Namun Hadi Welas tidak tahu berapa kilogram daging yang dihabiskannya setiap hari. "Tidak tentu, tergantung yang terjual karena setiap harinya berbeda," jelas Hadi Welas.

Dibantu oleh tiga pegawainya, Hadi Welas menyiapkan semua bahan baku sate. Untuk daging sapi menurutnya tidak direbus terlebih dahulu, beda dengan daging ayam dan daging susu. Agar lebih gurih, daging dilumuri dengan bumbu campuran dari ketumbar, bawang putih, bawang merah dan bumbu lainnya.
Untuk pengolahan sate susu juga tidak berbeda dengan bagian tubuh sapi lainnya. Yang berbeda hanya warna sate susu yang lebih putih.

Sate disajikan dengan dengan potongan lontong. Lalu disiram dengan bumbu kacang plus sambal terakhir diguyur dengan kecap. Untuk bumbu kacangnya memang khas yaitu encer, lebih mirip dengan kuah.

Satu porsi sate harganya Rp 15 ribu. Namun untuk sate daging sapi polos tanpa gajih harganya lebih mahal Rp 17 ribu.(ema nur arifah - detikbandung)

Lihat juga : soto, hanamasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar